Sebuah Pergulatan Hati

“Dalam perjalanan sebuh kehidupan memang tak selamanya mulus, sesuai apa yang kita harapkan. Kadang banyak hal diluar dugaan yang terjadi menghampiri kita. Tapi apapun yang terjadi, teruslah berjalan di jalan yang benar, jangan sampai terkecoh di jalan yang salah ~ Anonym”

Beberapa hari terakhir ini hati ini sedang tidak karuan. Bukan karena masalah asmara alias percintaan. Tapi tentang sebuah prinsip. Prinsip hidup yang setiap orang punya caranya masing-masing dalam memaknainya. Yang jelas, setiap orang harus memiliki prinsip hidup itu – jika tak mau diombang-ambingkan dalam mengarungi dalamnya samudera kehidupan.

Akupun tak mau ketinggalan. Sebuah prinsip hidup sederhana yang sejak kecil telah diajarkan kedua orang tuaku – untuk tidak takut mengatakan apa yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah- telah kupegang sebagai sebuah prinsip hidup yang sampai detik ini insyaAllah masih saya pertahankan. Tentang arti apa itu sebuah integritas, pengabdian dan bakti pada ibu pertiwi.

Namun kali ini aku kembali diperlihatkan oleh golongan orang-orang yang hanya mencari keuntungan untuk dirinya/kelompoknya semata. Padahal disitu ada orang lain yang juga masih dalam satu komunitasnya. Sebuah jargon integritas, pengabdian dan saling tolong menolong sesama yang pernah kudengar selama ini rasanya runtuh sektika itu juga melihat kejadian ini.

Aku hanya tak menyangka, bahwa orang-orang itu yang dengan sadar (atau tanpa sadar) terus melakukannya – tanpa peduli terhadap orang di sekitarnya yang notabene masih satu komunitas. Padahal komitmen kebersamaan dalam persatuan yang dulu sempat  digaungkan nyatanya hanya buaian belaka. Mereka tetap mereka bersama kroni nya, sedangkan yang lain tetap seperti ini saja.

Mudah-mudahan orang-orang seperti itu segera disadarkan, dan saya juga diberi keukatan agar bisa istiqomah menjaga prinsip itu ditengah godaan yang kian hari kian banyak.

21012017 | hanya sebuah coretan ditengah kegalauan hati …

 

Advertisements

Di sudut Gerbong Kereta Itu…

Jumat sore, setiap akhir pekan

Pukul 18.25 WIB di stasiun Sidoarjo. Suara keras “klakson” kereta api lokal “Penataran” jurusan Surabaya-Blitar menandakan bahwa kereta itu akan segera memasuki stasiun ini. Aku dan beberapa calon penumpang terlihat bersiap-siap untuk segera naik tatkala kereta ini telah berhenti dengan sempurna. Pintu kereta dibuka. Puluhan penumpang dengan barang bawaannya yang tidak terlalu banyak itu turun untuk mengakhiri perjalanannya di stasiun ini. Seketika itu juga puluhan orang yang tanpa kutahu darimana dan mau kemana itu bergegas masuk ke gerbong-gerbong kereta yang berhenti sejenak di Stasiun Sidoarjo. Lima menit kemudian kudengar sayup-sayup Petugas PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) berbicara lewat corong nya itu yang menandakan kereta ini akan segera diberangkatkan mengantarkan ratusan penumpang ke masing-masing tujuannya, termasuk aku yang akan menuju Malang.

Continue reading “Di sudut Gerbong Kereta Itu…”

360 Jam ‘mengais’ di Kampung Inggris

Rabu 9 maret 2016

Keinginan untuk belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri, telah lama aku impikan. Namun karena berbagai alasan, sampai saat ini aku belum juga sempat kesana. Hingga beberapa hari yang lalu, secara tidak sengaja, tiba-tiba saja kepikiran mengapa tak ambil sekarang saja, sebelum pada akhir bulan Maret ini aku akan pergi ke luar pulau selama lebih kurang dua bulan, jadi ada waktu “luang” sekitar dua minggu.

Continue reading “360 Jam ‘mengais’ di Kampung Inggris”

Menghidupkan Kembali Mimpi-Mimpi

Siang tadi, selepas Jumat’an, aku mengikuti sebuah seminar yang diadakan oleh salah satu lembaga riset yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB). Seminar kali ini membahas tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk mendapatkan beasiswa (LPDP) ke luar negeri, khususnya ke UK. Ketika pertama kali melihat poster seminar ini yang disebar di medsos beberapa hari sebelumnya, aku langsung tertarik dan tanpa berpikir panjang langsung mendaftar seketika itu juga. Menariknya, acara yang diadakan di gedung Pascasarjana lantai 7 FEB UB ini menghadirkan para alumni UB yang sukses mendapatkan beasiswa untuk studi di UK dari berbagai sponsor. Adalah Bpk. Adam yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Dikti untuk menempuh studi doktoral di Universitas Birmingham. Selain itu ada juga Mba Ulfa, yang sukses mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan Masternya bulan September nanti di Leeds University, UK.

Continue reading “Menghidupkan Kembali Mimpi-Mimpi”

Tentang Sebuah Impian, yang Layak Untuk Diperjuangkan

Kawan, pernahkah engkau memiliki sebuah impian

Sebuah impian tentang sesuatu dimasa depan

Yang layak dan pantas untuk diperjuangkan

Yang bisa merubah hidupmu menjadi lebih berarti dan memiliki semangat hidup

 

Tapi Kawan,

Terkadang kita merasa, impian itu

Menjadi sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan

Seolah kita tak memiliki daya dan upaya

Karena nyatanya diri ini sangat tak berdaya

Tak memiliki apa-apa, kecuali hanya dengan pertolonganNya

 

Tapi kawan, jangan pernah engkau berputus asa sedikitpun

Atas mimpi-mimpimu itu

Apalagi menyerah dan berbalik arah

Karena ketika kita berhenti dan berputus asa

Maka sesungguhnya kita telah menyerah dengan keadaan

 

Kawan,

Aku ingin bercerita tentang sesuatu

Bahwa tidak ada mimpi yang tidak layak untuk tidak diperjuangkan

Teruslah melangkah kedepan, tuk kejar mimpi-mimpi itu

Mimpi-mimpi yang pantas dan layak untuk diperjuangkan

 

 

 

 

Membuat SKCK di Kebumen

skck
ilustrasi SKCK. Gambar diambil dari sini

Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Kebumen yang beralamat di Jl. Tentara Pelajar No.39, Kebumen. SKCK bisa dibuat hanya sampai Polsek saja atau sampai Polres. Namun untuk keperluan melamar CPNS atau keperluan keluar negeri, harus sampai ke Polres. Lalu seperti apa syarat, proses, serta biaya dalam membuat SKCK, khususnya di Polres Kebumen?

Continue reading “Membuat SKCK di Kebumen”