DIAM

Hidup manusia memang tak selamanya penuh keindahan. Kadang ada saja hal-hal yang membuat kita kadang menjadi sedikit tak bersemangat menjalani hidup. Misalnya ada saja orang-orang yang nyinyir tentang kehidupan kita. Tentang mereka yang selalu ngomong apa yang kita lakukan sehari-hari. Jika yang diomongin itu benar sih tak apa. Terkadang apa yang mereka omongin itu sak karepe dewe, tanpa tau apa yang sebenarnya.

Disaat seperti inilah kesabaran kita diuji. Apakah kita akan terbawa arus dan membuat masalah menjadi besar atau memilih diam untuk meredam keadaan. Karena ada pepatah “Silent is Gold”,. Setiap orang pasti punya cara tersendiri dalam menyikapi persoalan yang sedang dihadapi. Dan bagi saya cara yang paling ampuh dalam situasi seperti ini adalah memilih diam. Diam bukan berarti kalah. Saya memilih diam agar tak memperkeruh keadaan dan membiarkan waktu yang akan menjawabnya.

Mungkin bagi orang lain diam adalah sesuatu kekalahan. Tapi bagi saya memilih diam bukan berarti kita menerima kekalahan. Justru dengan sikap seperti ini saya ingin suatu saat orang yang nyinyir itu bisa sadar bahwa apa yang dia lakukan bisa sangat menyakitkan bagi orang lain.

di sudut ruangan kantor selepas bekerja
24/3/2017

Pengalaman Membuat SIM C Baru Online di Satpas Polresta Sidoarjo

Keinginan membuat SIM C sebenarnya sudah ada sejak dulu. Salah satu persyaratan jika ingin membuat SIM baru harus di Polres sesuai alamat KTP. Namun karena saya sudah mulai belajar merantau sejak jaman masih kuliah dulu dan jarang pulang  🙂 akhirnya nggak kesampaian2 tuh bikin SIM.

Kabar baiknya, beberapa waktu yang lalu Polri telah me-launching SIM Online, dimana bagi masyarakat perantauan yang ingin membut SIM tidak perlu jauh-jauh pulang ke kampung halaman. Cukup datang ke Polres terdekat maka layanan pembuatan SIM dapat dilayani. Kebetulan saat ini saya berdomisili di Sidoarjo, sedangkan KTP saya Jawa Tengah. Dengan dipenuhi rasa penasaran, saya akhirnya mencoba melakukan aplikasi pendaftaran permohonan SIM C Baru secara online. Oya, utk Polresta Sidoarjo sendiri alamatnya ada di Jl. Kartini, dekat alun2 Sidoarjo dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari kos saya 🙂

Langsung saja, berikut langkah-langkah nya :

  1. Buka web SIM Online Polri di sini
  2. Pilih “Pendaftaran SIM Online”
  3. Isi semua data yang diminta sampai selesai
  4. Pilih Satpas dan tanggal kedatangan sesuai yang diinginkan
  5. Klik “Selesai”
  6. Anda akan mendapatkan Nomor Registrasi, print untuk dibawa ke Polres

Sampai disini kita telah berhasil melakukan registrasi online permohonan SIM Baru. Selanjutnya datanglah pada tanggal yang telah kita tentukan tadi.

Pada Saat di Polres

  1. Datanglah pagi-pagi agar terhindar dari antrian. Saya yang datang sekitar pukul 09.00 saja sudah antrinya buanyaaakkk.
    AWAS! Di depan Pintu masuk Polres banyak calo berkeliaran. Saran saya abaikan saja. Tapi jika anda memang benar membutuhkan bantuan mereka ya itu hak anda.
  2. Bagi yang belum pernah kesini pasti bingung karena menurut saya Satpas Polresta Sidoarjo kurang informatif bagi pendatang baru, tak terkecuali saya.
  3. Langsung menuju Koperasi untuk beli map dan jangan lupa sertakan juga 2 (dua) fotocopy KTP. Saya beli map dan fotokopi KTP 2 lembar ditarik 5 ribu.
  4. Menuju ke Klinik. Lokasinya dari Satpas tidak sampai 100 meter. Cukup jalan kaki saja. Tepatnya di timur perempatan Jl. Kombespol M. Duryat.
    Begitu sampai di Klinik langsung serahkan map tadi yang sudah ada fotocopy KTP nya. Perhatian! Disaat pendaftaran ini akan ditarik Rp. 30.000 untuk asuransi Bhayangkara (bukan termasuk biaya tes kesehatan). Padahal ini opsional alias tidak wajib. Karena sebelumnya saya juga pernah browsing masalah ini, akhirnya saya bilang saya tidak ikut asuransi tersebut, katanya manfaatnya tidak ada. Sempat agak ketus jawaban ibu-ibu tersebut ketika saya menolak untuk ikut asuransi. Saya hanya kasihan kepada masyarakat lain yang kurang informasi masalah ini, mereka ditarik 30 ribu. Kemudian pengecekan kesehatan. Disini saya hanya ditanya berat dan tinggi badan, serta disuruh membaca angka tertentu (tes buta warna). Praktis ini hanya formalitas saja. Adanya peraga tes penglihatan *lupa namanya hanya pajangan belaka. Biaya tes kesehatan disini ditarik Rp. 30.000,  jadi total di klinik ini kita akan merogoh kocek sebesar Rp. 60.000 (jika ikut asuransi). Kalo saya hanya Rp. 30.000 saja krn tidak ikut asuransi.
  5. Setelah mendapat hasil tes kesehatan, segera kembali ke Satpas. Serahkan map yang sudah ada form hasil tes kesehatan tadi kepada petugas yang ada di depan pintu untuk selanjutnya menunggu panggilan ambil sidik jari, foto dan ujian teori. Disini proses menunggu yang sangat memakan waktu. Saya yang menyerahkan berkas sekitar 9.30 baru dipanggil sekitar jam 1 siang.
  6. Setelah dipanggil langsung masuk saja dan ikuti arahan dari petugas. Isi blangko (bagi yang daftar online cukup sebutkan nomor registrasi), foto, sidik jari dan ujian teori. Ujian teori sekitar 15 menit. Pastikan nilai anda lebih dari 70, karena jika tidak anda tidak akan lulus ujian toeri. Ujian nya gampang kok 🙂
  7. Setelah selesai ujian teori, jika anda lulus anda akan diarahkan menuju tempat ujian praktek. Ujian praktek ada 3 ujian, melewati garis lurus, angka 8 dua kali dan zig zag. Toleransi kesalahan (kaki menginjak tanah, menjauhkan pembatas) hanya 2 kali. Saya gagal di ujian angka 8. Memang agak sulit jika belum terbiasa. Dari peserta kloter saya, hanya 3 orang yang lulus, sisanya diminta kembali datang minggu depan untuk mengulang, termasuk saya haha… saya akan kembali pada tanggal 11 Februari 2017 untuk mengulangnya.

OK bersambung dulu ya… Nanti akan saya update lagi… Hehe 🙂

Sebuah Pergulatan Hati

“Dalam perjalanan sebuh kehidupan memang tak selamanya mulus, sesuai apa yang kita harapkan. Kadang banyak hal diluar dugaan yang terjadi menghampiri kita. Tapi apapun yang terjadi, teruslah berjalan di jalan yang benar, jangan sampai terkecoh di jalan yang salah ~ Anonym”

Beberapa hari terakhir ini hati ini sedang tidak karuan. Bukan karena masalah asmara alias percintaan. Tapi tentang sebuah prinsip. Prinsip hidup yang setiap orang punya caranya masing-masing dalam memaknainya. Yang jelas, setiap orang harus memiliki prinsip hidup itu – jika tak mau diombang-ambingkan dalam mengarungi dalamnya samudera kehidupan.

Akupun tak mau ketinggalan. Sebuah prinsip hidup sederhana yang sejak kecil telah diajarkan kedua orang tuaku – untuk tidak takut mengatakan apa yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah- telah kupegang sebagai sebuah prinsip hidup yang sampai detik ini insyaAllah masih saya pertahankan. Tentang arti apa itu sebuah integritas, pengabdian dan bakti pada ibu pertiwi.

Namun kali ini aku kembali diperlihatkan oleh golongan orang-orang yang hanya mencari keuntungan untuk dirinya/kelompoknya semata. Padahal disitu ada orang lain yang juga masih dalam satu komunitasnya. Sebuah jargon integritas, pengabdian dan saling tolong menolong sesama yang pernah kudengar selama ini rasanya runtuh sektika itu juga melihat kejadian ini.

Aku hanya tak menyangka, bahwa orang-orang itu yang dengan sadar (atau tanpa sadar) terus melakukannya – tanpa peduli terhadap orang di sekitarnya yang notabene masih satu komunitas. Padahal komitmen kebersamaan dalam persatuan yang dulu sempat  digaungkan nyatanya hanya buaian belaka. Mereka tetap mereka bersama kroni nya, sedangkan yang lain tetap seperti ini saja.

Mudah-mudahan orang-orang seperti itu segera disadarkan, dan saya juga diberi keukatan agar bisa istiqomah menjaga prinsip itu ditengah godaan yang kian hari kian banyak.

21012017 | hanya sebuah coretan ditengah kegalauan hati …

 

Di sudut Gerbong Kereta Itu…

Jumat sore, setiap akhir pekan

Pukul 18.25 WIB di stasiun Sidoarjo. Suara keras “klakson” kereta api lokal “Penataran” jurusan Surabaya-Blitar menandakan bahwa kereta itu akan segera memasuki stasiun ini. Aku dan beberapa calon penumpang terlihat bersiap-siap untuk segera naik tatkala kereta ini telah berhenti dengan sempurna. Pintu kereta dibuka. Puluhan penumpang dengan barang bawaannya yang tidak terlalu banyak itu turun untuk mengakhiri perjalanannya di stasiun ini. Seketika itu juga puluhan orang yang tanpa kutahu darimana dan mau kemana itu bergegas masuk ke gerbong-gerbong kereta yang berhenti sejenak di Stasiun Sidoarjo. Lima menit kemudian kudengar sayup-sayup Petugas PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) berbicara lewat corong nya itu yang menandakan kereta ini akan segera diberangkatkan mengantarkan ratusan penumpang ke masing-masing tujuannya, termasuk aku yang akan menuju Malang.

Continue reading “Di sudut Gerbong Kereta Itu…”

360 Jam ‘mengais’ di Kampung Inggris

Rabu 9 maret 2016

Keinginan untuk belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri, telah lama aku impikan. Namun karena berbagai alasan, sampai saat ini aku belum juga sempat kesana. Hingga beberapa hari yang lalu, secara tidak sengaja, tiba-tiba saja kepikiran mengapa tak ambil sekarang saja, sebelum pada akhir bulan Maret ini aku akan pergi ke luar pulau selama lebih kurang dua bulan, jadi ada waktu “luang” sekitar dua minggu.

Continue reading “360 Jam ‘mengais’ di Kampung Inggris”

Menghidupkan Kembali Mimpi-Mimpi

Siang tadi, selepas Jumat’an, aku mengikuti sebuah seminar yang diadakan oleh salah satu lembaga riset yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB). Seminar kali ini membahas tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk mendapatkan beasiswa (LPDP) ke luar negeri, khususnya ke UK. Ketika pertama kali melihat poster seminar ini yang disebar di medsos beberapa hari sebelumnya, aku langsung tertarik dan tanpa berpikir panjang langsung mendaftar seketika itu juga. Menariknya, acara yang diadakan di gedung Pascasarjana lantai 7 FEB UB ini menghadirkan para alumni UB yang sukses mendapatkan beasiswa untuk studi di UK dari berbagai sponsor. Adalah Bpk. Adam yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Dikti untuk menempuh studi doktoral di Universitas Birmingham. Selain itu ada juga Mba Ulfa, yang sukses mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan Masternya bulan September nanti di Leeds University, UK.

Continue reading “Menghidupkan Kembali Mimpi-Mimpi”

Tentang Sebuah Impian, yang Layak Untuk Diperjuangkan

Kawan, pernahkah engkau memiliki sebuah impian

Sebuah impian tentang sesuatu dimasa depan

Yang layak dan pantas untuk diperjuangkan

Yang bisa merubah hidupmu menjadi lebih berarti dan memiliki semangat hidup

 

Tapi Kawan,

Terkadang kita merasa, impian itu

Menjadi sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan

Seolah kita tak memiliki daya dan upaya

Karena nyatanya diri ini sangat tak berdaya

Tak memiliki apa-apa, kecuali hanya dengan pertolonganNya

 

Tapi kawan, jangan pernah engkau berputus asa sedikitpun

Atas mimpi-mimpimu itu

Apalagi menyerah dan berbalik arah

Karena ketika kita berhenti dan berputus asa

Maka sesungguhnya kita telah menyerah dengan keadaan

 

Kawan,

Aku ingin bercerita tentang sesuatu

Bahwa tidak ada mimpi yang tidak layak untuk tidak diperjuangkan

Teruslah melangkah kedepan, tuk kejar mimpi-mimpi itu

Mimpi-mimpi yang pantas dan layak untuk diperjuangkan